KUAT TEKAN BETON Fc’ 21,7 MPa MENGGUNAKAN WATER REDUCING AND HIGH RANGE ADMIXTURES

Agata Iwan Candra, Suwarno Suwarno, Heri Wahyudiono, Sulik Anam, Dwifi Aprilia Karisma

Sari


Beton terdiri dari campuran semen, agregat, air dan bahan tambah. Bahan tambah beton (admixture) memiliki peran penting dalam pembuatan beton karena mampu mengubah sifat beton agar sesuai dengan kebutuhan. Water reducing and high range admixtures merupakan salah satu bahan tambah beton yang mampu mengurangi penggunaan air dan menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan water reducing and high range admixtures (Master Ease) dengan mutu awal fc’ 21,7 Mpa terhadap penggunaan air dan kuat tekan beton. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dan kajian teori berdasarkan penelitian terdahulu. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berdiameter 15 cm dengan tinggi 30 cm. Variasi presentase penambahan admixture yaitu 1.5% dan 3% dari berat semen yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penambahan Master Ease prosentase 1.5% mampu mengurangi pennggunaan air sebanyak 19% (0.27liter), dan dengan penambahan tersebut didapat kuat tekan tertinngi sebesar 31.41 Mpa.

Kata Kunci


Kuat Tekan, Admixture, Master Ease

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


:2011, SNI. 2011. “SNI 1974:2011 Tentang Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Silinder.” Badan Standardisasi Nasional: 20.

Analisis, Studi et al. 2012. “SUBSTITUSI AGREGAT HALUS BETON MENGGUNAKAN KAPUR ALAM DAN MENGGUNAKAN PASIR LAUT PADA CAMPURAN BETON (Studi Analisis Bahan Kapur Alam Dan Pasir Laut Dari Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur).” 1(4): 74–86.

Aris, Sutrisno, and Widodo Slamet. 2013. “Analisis Variasi Kandungan Semen Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan Struktural Agregat Pumice.” Jurnal Analisis: 2–4.

Artiningsih, Titik Penta. 2017. “KAJIAN PENGGUNAAN FERRO-CEMENT.” 14(3): 170–81.

ASTM, C.494. 2001. “Standard Specification for Chemical Admixtures for Concrete 1.” 04: 1–9.

Aulia, Mohamad Donie. 2012. “STUDI EKSPERIMENTAL PERMEABILITAS DAN KUAT TEKAN BETON K-450 MENGGUNAKAN ZAT ADIKTIF Conplast WP421.” Majalah Ilmiah UNIKOM 10(2): 211–22.

Candra, Agata Iwan, Edy Gardjito, Yosef Cahyo, and Ginta Aditiya Prasetyo. 2019. “Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok Filter Sebagai Bahan Campuran Beton Ringan Berpori.” UKaRsT 3(1): 82.

Damara, B., & Lubis, Z. (2018). PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH B3 PADA KUAT BETON MUTU K-175. Jurnal CIVILA, 3(1), 100-107. Dhana, R. R., & Riza, A. K. (2019). FLY ASH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA BETON NON STRUKTURAL. Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi, 5(2), 121-127.

Febriandy, Anggi, Eddy Samsurizal, and Chrisna Djaya Mungok. “Tinjauan Faktor Air Semen Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Dan Modulus Elastisitas.”

Gardjito, Edy, Agata Iwan Candra, and Yosef Cahyo. 2018. “Pengaruh Penambahan Batu Karang Sebagai Substitusi Agregat Halus Dalampembuatan Paving Block.” UKaRsT 2(1): 36.

Hardagun, THarnung Tri, and Purnawan Gunawan , Kusno Adi Sambowo. 2014. “Kajian Nilai Slump , Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Beton.” 2(2): 131–37.

Indonesia, Standar Nasional, and Badan Standardisasi Nasional. 2008. “Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Besi Dan Aluminium Untuk Konstruksi Bangunan Gedung Dan Perumahan.”

Iwan, Agata, and Eko Siswanto. 2018. “Menggunakan Hydroton Dan Master Ease 5010.” 3(2): 162–65.

Krisnamurti, Krisnamurti, and Universitas Jember. 2017. “PENGARUH PROSENTASE PENAMBAHAN ACCELERATOR TERHADAP KUAT.” (April).

Manuahe, Riger, and Reky S. Windah Marthin D. J. Sumajouw. 2014. “KUAT TEKAN BETON GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR.” 2(6): 277–82.

Moses Hasiholan Septian Tampubolon, dan Torang Sitorus. “REKAYASA EKSPERIMEN BETON DENGAN PENAMBAHAN ADITIF MASTERSURE 1007 UNTUK MENDAPATKAN BETON SLUMP FLOW YANG STABIL PADA BETON DENGAN MUTU AWAL TINGGI.”

Muqtadi, Khairul. 2014. “DAMPAK PENGGUNAAN DAN ANALISA PENGARUH STYROFOAM SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR DENGAN BAHAN TAMBAH PLASTIMENT-VZ TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON.” 2(2).

Polii, Reza Adeputra et al. 2015. “Kuat Tekan Beton Dengan Variasi Agregat Yang Berasal Dari Beberapa Tempat Di Sulawesi Utara.” Jurnal Sipil Statik 3(3): 206–11.

Rahmat, Rahmat, Irna Hendriyani, and Moh Syaiful Anwar. 2016. “Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Reduced Water Dan Accelerated Admixture.” Infoteknik 17(2): 205–18.

Sambowo, Kusno Adi, and Endang Rismunarsi. 2014. “PENGARUH ABRASI AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS.” 2(1): 108–15.

SNI 03-2834-2000. 2000. “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. SNI 03-2834-2000.” Badan Standardisasi Nasional: 1–34.

SNI 03-6805-2002. 2002. “Metode Pengujian Untuk Mengukur Nilai Kuat Tekan Beton Pada Umur Awal Dan Memproyeksikan Kekuatan Pada Umur Berikutnya.” Badan Standardisasi Nasional.

SNI 15-2049-2004. 2004. “Semen Portland.” Badan Standar Nasional Indonesia: 1–128.

SNI 1972:2008. 2008. “Cara Uji Slump Beton.”

SNI 2493:2011. 2011. “Tata Cara Pembuatan Dan Perawatan Benda Uji Beton Di Laboratorium.” Standar Nasional Indonesia: 23. www.bsn.go.id.

Technology, A New Admixture. “A New Admixture Technology Master Builders Solutions from BASF.”

Wariyatno, Nanang, and Yanuar Haryanto. 2013. “Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Sebagai Nilai Estimasi Kekuatan Sisa Pada Beton Serat Kasa Aluminiumakibat Variasi Suhu.” Dinamika Rekayasa 9(1): 21–28.

Yudi Risdiyanto. 2013. “Kajian Kuat Tekan Beton Dengan Perbandingan Volume Dan Perbandingan Berat Untuk Produksi Beton Massa Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Merapi (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Sabo Dam).” D: 1–11.




DOI: https://doi.org/10.30736/cvl.v5i1.403

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##