PERANGKAT INFORMASI DINI BATAS WILAYAH PERAIRAN INDONESIA UNTUK NELAYAN TRADISIONAL BERBASIS ARDUINO DAN MODUL GPS NEO-6M

Afif Zuhri Arfianto, M B Rahmat, A S Setiyoko, C R Handoko, M K Hasin, D A Utari, H A Widodo, A Aminudin

Sari


Tiga perempat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan wilayah perairan.NKRI adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia yaitu 17.504 pulau serta mempunyai panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Kebiasaan nelayan Indonesia memasuki wilayah perairan negara lain membuat nelayan Indonesia ditangkap oleh penegak hukum negara lain. Kebiasaan nelayan Indonesia memasuki wilayah perikanan Australia kerap menimbulkan pasang surut hubungan kedua negara. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibuat prototipe perangkat yang dapat memberikan informasi kepada nelayan ketika berlayar bahwa posisi kapal melanggar batas perairan negara lain atau tidak. Sebagian besar kapal-kapal nelayan tradisional tersebut tidak dilengkapi dengan alat navigasi yang memadai. Sehingga perlu perangkat yang dapat memberikan informasi dini kepada jika telah mendekati batas zona perairan negara lain. Prototipe dibuat dengan menggunakan Arduino Mega 2560 / Arduino Uno dan GPS Neo-6M. Modul GPS Neo 6M digunakan sebagai penentuan lokasi posisi kapal kapal, posisi kapal latitude (x) dan longitude (y). Kemudian titik-titik pada garis perbatasan garis, data latitude (xi) dan longitude (yi) diinputkan terlebih dahulu dalam mikrokontroller. Mikrokontroller menghitung jarak posisi kapal dengan titik-titik pada garis perbatasan. Dari pengujian dan pengambilan data yang telah dilakukan, diketahui bahwa rata-rata error dengan Arduino Mega adalah 3,19 % dan dengan menggunakan Arduino Uno nilai error (rata-rata) adalah 5,32 %.

Kata Kunci


Arduino Mega 2560, Arduino Uno, Gps Neo 6m

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPS. (2014). Sensus Pertanian 2013 : Angka Nasional Hasil Survei ST2013 - Subsektor Rumah Tangga Penangkapan Ikan, 2014, Buku G : Survei Rumah Tangga Penangkapan Ikan,.

BPS. (2017). Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2017. (S. D. S. L. Hidup, Ed.) (II). Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS).

Community, A. (2015). Getting Started with Arduino and Genuino UNO. Retrieved from https://www.arduino.cc/en/Guide/ArduinoUno

FAO. (2016). The State of World Fisheries and Aquaculture 2016 - Contributing to food security and nutrition for all. Rome. https://doi.org/10.5860/CHOICE.50-5350

Kelompok Keahlian Geodesi ITB. (2007). Teknologi GPS. Retrieved from http://geodesy.gd.itb.ac.id/2007/01/16/teknologi-gps/

Mugni, A. (2006). Strategi Rumahtangga Nelayan Dalam Mengatasi Kemiskinan (Studi Kasus Nelayan Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat). Retrieved from https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1062

Siregar, W. A. (2017). 12 Nelayan Indonesia Ditangkap, Jalan Masuk Kantor Konjen Malaysia Diblokade. Retrieved June 12, 2018, from https://news.okezone.com/read/2017/10/26/340/1802953/12-nelayan-indonesia-ditangkap-jalan-masuk-kantor-konjen-malaysia-diblokade

Solihin, A. (2010). KONFLIK ILLEGAL FISHING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-AUSTRALIA Illegal Fishing Conflict at Indonesia-Australia Border Area Oleh :, 1(1), 29–36.

Wuryandari, G. (2014). “ Menerobos Batas ” Nelayan Indonesia Di Perairan Australia : Permasalahan Dan Prospek Crossing Border : Indonesian Traditional Fishermen in, 1–20.




DOI: https://doi.org/10.30736/jti.v3i2.229