PERBAIKAN REMBESAN DENGAN DINDING HALANG PADA TUBUH BENDUNGAN

Pranu arisanto

Sari


Pembangunan bendungan sangat erat kaitannya dengan pertimbangan keamanan dari resiko keruntuhan bendungan. Salah satu faktor keruntuhan bendungan adalah rembesan yang tidak termonitoring dan terkendali. Rembesan dapat terjadi pada pondasi bendungan maupun tubuh bendungan. Pada bendungan tipe urugan, rembesan yang membawa material mengindikasikan proses piping berlangsung, jika piping tidak dikendalikan pada skala tertentu dapat berakibat pada runtuhnya bendungan. Rembesan pada bendungan tipe urugan homogen dapat dikendalikan salahsatunya dengan pembuatan dinding halang. Dinding halang pada umumnya dilakukan pada pondasi bendungan untuk memperbaiki kondisi lapisan tanah yang porus, namun dapat juga diaplikasikan di tubuh bendungan (bendungan terbangun) untuk mengendalikan rembesan. Salahsatu metode pembuatan dinding halang adalah pembuatan puritan pada tubuh bendungan, dilanjutkan memasukkan beton plastis atau bentonite yang berfungsi sebagai lapisan kedap air. Pemilihan metode tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan kedalaman dan kondisi bangunan disekitarnya. Pada pelaksanaan dinding halang di bendungan Penjalin, metode drilling dipilih dengan pertimbangaan lokasi pekerjaan yang dekat dengan menara intake.

Kata Kunci


Bendungan, dinding halang, rembesan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BBWS Pemali Juana, 2012. Spesial Study Waduk Penjalin, Semarang

BBWS Pemali Juana, 2018. RMK Pelaksanaan Rehabilitasi Bendungan Penjalin, Semarang

U.S Department of the Interior Bureau of Reclamation. Reclamation Managing Water in the West, design Standart no.13 Embankment Dams, Capter 16: Cutoff Wall, 2014

Direktorat Sungai Danau Dan Waduk. Pedoman Pembuatan Dinding Halang (Cutoff Wall) pada bendungan urugan, 2005,

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Pedoman Kriteria Umum Desain Bendungan, 2003

Suyono Sosrodarsono, Kensaku Takeda, DR, 1989, Bendungan Type Urugan, Pradnya Paramita, Jakarta

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat nomor 27/PRT/M/2015 tahun 2015 tentang Bendungan

Cahaya Santosa Samosir, Widandi Soetopo, Emma Yuliani, 2015. Optimasi Pola Operasi Waduk Untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Pembangkit Listrik Tenaga Air (studi kasus waduk Wonogiri), Jurnal Teknik Pengairan, Volume 6, nomor 1, Mei 2015, hlm 108-115

Rahman Hakim Ardiansyah, Sobriyah, Agus Hari Wahyudi, 2014. Pengaruh Fluktuasi Muka Air Waduk Terhadap Debit Rembesan Menggunakan Model Seep/W (studi kasus di Bendungan Benel, Kabupaten Jembrana, Bali), e-jurnal Matrik Teknik Sipil/September 2014

Ata amini, Albroz Arya, Afshin Egbalzadeh, Mitra Javan, 2017. Peak Flood Estimation Under Overtoping and Piping Conditions at Vahdat Dam, Kurdistan Iran, Arabian Journal of Geosciences, April 2017

O.E. Omofunmi, J.G. Kolo, A.S. Oladipo, P.D. Diabana, and A.S. Ojo, 2017. Review on Effects and Control of Seepage Through Earth-Fill Dam, Curren Jurnal of Applied Sciences and Technologi

Doaa A.El Molla, 2019. Seepage Through Homogeneous Earth Dam Provided with a Vertical Sheet Pile and Formed on Impervious Foundation, Ain Shams Engineering Journal 10 (2019) 529-539

Magdi M.E Zumrawi, 2015. Failur Investigation of Taiwa Dam in North Darfur, Sudan, International Journal of Science and Research (IJSR)

R.P Sharma dan A. Kumar, 2013. Case Histories of Earthen Dam Failure, Seventh International Converence on Case Histories in Geotechnical Engineering




DOI: https://doi.org/10.30736/cvl.v5i1.409

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##