Pengaruh Panjang Fiber Kawat Terhadap Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang

Authors

  • Deka Larasati Universitas Jember
  • Ketut Aswatama W Universitas Jember
  • Erno Widayanto Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.30736/jt.v18i1.1407

Keywords:

Beton Bertulang, Serat Kawat, Kekuatan Lentur, Daktilitas, Pola Retak

Abstract

Sifat getas beton bertulang saat menerima tegangan tarik masih menjadi tantangan dalam aplikasi struktural. Penambahan serat kawat merupakan inovasi untuk meningkatkan perilaku lentur balok beton bertulang. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi panjang serat kawat terhadap perilaku lentur balok beton bertulang. Beton bertulang dengan penambahan serat kawat telah dikenal mampu meningkatkan kapasitas lentur dan daktilitas beton. Namun, panjang serat yang digunakan dapat mempengaruhi distribusi serat dalam campuran beton dan mempengaruhi pola retak serta daya dukung balok. Eksperimen ini dilakukan dengan variasi panjang serat kawat 0 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm, serta kombinasi dari ketiga panjang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang serat 5 cm dan kombinasi memberikan peningkatan kapasitas lentur tertinggi, mencapai 10,46 MPa dibandingkan dengan balok tanpa serat 7,85 MPa. Persentase peningkatan daktilitas berkisar antara 10.99% hingga 33.93%, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada balok dengan kombinasi serat kawat dengan lendutan maksimum mencapai 10,85 mm pada kombinasi fiber, dibandingkan dengan 8,10 mm pada balok tanpa serat. Distribusi pola retak juga lebih merata, mengurangi risiko kegagalan mendadak. Hasil ini menunjukkan bahwa panjang serat optimal dapat meningkatkan perilaku lentur beton bertulang dengan tetap menjaga distribusi serat yang seragam dalam matriks beton. Studi ini berkontribusi pada pengembangan teknologi material beton bertulang dengan memberikan rekomendasi panjang serat kawat yang optimal untuk meningkatkan kinerja struktural.

Downloads

Download data is not yet available.

References

ACI Committee 544. (2019). Guide for specifying, proportioning, mixing, placing, and finishing steel fiber reinforced concrete (ACI 544.3R-08). American Concrete Institute.

Arifin. (2020). Pengaruh penambahan serat terhadap kekuatan lentur beton. Jurnal Teknik Sipil XYZ, 15(2), 102–110.

ASTM International. (2015). ASTM C143/C143M-15a: Standard test method for slump of hydraulic-cement concrete.

ASTM International. (2017). ASTM C188-17: Standard test method for density of hydraulic cement.

ASTM International. (2017). ASTM C496/C496M-17: Standard test method for splitting tensile strength of cylindrical concrete specimens.

ASTM International. (2018). ASTM C39/C39M-18: Standard test method for compressive strength of cylindrical concrete specimens.

ASTM International. (2018). ASTM C78/C78M-18: Standard test method for flexural strength of concrete (using simple beam with third-point loading).

Badan Standardisasi Nasional. (1990). SNI 03-1968-1990: Metode uji analisis saringan agregat halus dan kasar.

Badan Standardisasi Nasional. (1990). SNI 03-1970-1990: Metode pengujian kadar lumpur dalam agregat halus dan kasar.

Badan Standardisasi Nasional. (1998). SNI 03-4810-1998: Metode pengujian kuat lentur beton dengan balok satu titik pembebanan.

Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1970:2008: Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat halus dan kasar.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1972:2008: Metode uji slump beton.

Hadi, M. N. S., Tran, N. H., & Dao, D. K. (2019). Effects of steel fiber content and fiber aspect ratio on the properties of concrete. Construction and Building Materials, 199, 256–265.

Jalal, M., & Ramezanianpour, A. A. (2021). Effects of steel fiber content and aspect ratio on the flexural performance of reinforced concrete beams. Construction and Building Materials, 272, 121942.

Khan, M., & Ali, M. (2019). Hybrid fibers effect on mechanical properties of concrete: A review. Construction and Building Materials, 228, 116766.

Putra, D. W., Santoso, A., & Riyadi, H. (2021). Studi eksperimental pengaruh serat pada campuran beton terhadap kekuatan lentur. Jurnal Konstruksi Beton Indonesia, 8 (1), 45–52.

Qureshi, L. A., & Ayub, T. (2022). Flexural performance of reinforced concrete beams incorporating steel and synthetic fibers. Materials, 15(4), 1526.

Rahmat. (2021). Efek panjang serat baja terhadap kinerja beton. Jurnal Struktur dan Konstruksi, 12(3), 212–220.

Sahni, S., Singh, S. P., & Bhattacharjee, B. (2018). Influence of steel fiber content on properties of high strength fiber reinforced concrete. Materials Today: Proceedings, 5(2), 6576–6583.

Santoso, A., & Riyadi, H. (2020). Pemanfaatan serat baja sebagai bahan tambah beton bertulang. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 9(2), 134–140.

Sudrajat, E. (2021). Pengaruh Temperatur Panas Beton Terhadap Perubahan Fisik Dan Kuat Tekan Beton K-250. Jurnal Teknika, 13(1), 47–51. https://doi.org/https://doi.org/10.30736/jt.v13i1.595

Wahyudi, R., Haryanto, B., & Lestari, P. (2022). Pengaruh variasi panjang dan distribusi serat terhadap daktilitas balok beton. Jurnal Rekayasa Struktur, 11(4), 345–354.

Wang, Y., Li, V. C., & Wu, H.-C. (2020). Fiber length effects on crack bridging behavior in engineered cementitious composites. Cement and Concrete Research, 30(6), 1007–1011.

Zhou, X., Zhao, Y., & Yu, J. (2023). Experimental study on crack control of concrete beams with different fiber lengths. Journal of Building Engineering, 70, 106351.

Downloads

Published

2026-03-19

How to Cite

Larasati, D., Ketut Aswatama W, & Erno Widayanto. (2026). Pengaruh Panjang Fiber Kawat Terhadap Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang. Jurnal Teknika, 18(1), 1–10. https://doi.org/10.30736/jt.v18i1.1407

Issue

Section

Jurnal teknika

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.